Wednesday, 13 December 2017
Selamat datang",PengunjungMasuk atau Daftarkan

Trade What You See, Not What You Think



A:  Market sedang naik

B:  Ya betul.
A:  Saya entry buy. Bagaimana dengan kamu?

B:  Saya sell
A: Kenapa kamu ambil sell?

B: Saya mendengar market akan jatuh, maka saya sell

A: Tapi market lagi up trend

B: Ya saya liat itu, tetapi saya ingin sell. Semua orang sudah mendengar market akan turun

A: Tetapi market sudah di posisi major support

B: Saya lihat itu

A: Mengapa kamu sell? Coba kamu lihat, market naik terus

B: Saya lihat itu, tetapi semua orang mengatakan market akan jatuh. Market sudah menyentuh indicator sell saya.

A: Seperti apa?

B: Saya tidak tahu. Tetapi semua orang mengatakan market akan jatuh, saya tetap sell.

A: Market sedang naik 50 pips, kamu sudah loss 500 usd. Kamu akan floating atau cut loss sekarang?

B: Tidak,  saya tetap mau cover sell. Karena sy mendengar curency negara ini akan jatuh, jadi saya tetap sell.

 A: Itu bodoh, sekarang kamu loss 1000 usd. Kamu harus menutup kerugian 1000 usd. Kamu trade what u see, not what u think

B: Tetapi semua orang mengatakan market akan jatuh. Jadi saya akan tetap sell

A: Siapa itu semua orang?

B: Kamu tahu, semua orang

A: Kamu bercanda. Market sedang running dengan momentum buy. Yang entry sell, loss banyak. Kamu harus cepat keluar dari sell kamu. Market sudah naik lagi 190pips

B: Saya tetap sell. Curency negara tersebut sedang mengalami krisis ekonomi. Saya ingin sell. Market sudah tidak dapat naik lagi. Bagus untuk sell.

 A: No way. Kamu bodoh? Ini di critical resistant level. Kalau lewat, akan tembus bablas keatas naik terus.Cepat cut loss posisi kamu atau balik badan ambil buy, sebelum kamu kehilangan semuanya

B: Tetapi saya yakin market akan jatuh. Negara tersebut akan jatuh dalam kondisi ekonomi yang lebih parah. Indicator saya menunjukkan sell. Jadi saya tetap floating sell

A: Itu ga masuk akal. Negara tersebut meski sedang resesi, tetap masihunder control

B: Saya tahu, tetapi semua orang mengatakan negara itu akan hancur ekonominya. Saya tetap sell.

A: Sekarang market sudah bergerak 230 pip. Kamu loss banyak. Kamu tidak pikir biaya sekolah anak kamu, keluarga kamu, kebutuhan rumah tangga kamu? Saya pikir kamu emosi dan keras kepala dalam entry trading buy tadi. Okey, sekarang kita melihat major entry point resistant selesai high nya. Range juga sudah jalan 240p. Market sekarang turun, saya sudah clear posisi buy saya. Dan sekarang akan mengambil sell untuk reversal.Sebaiknya kamu sell.

B: Saya mendengar, market tidak jadi turun, sekarang akan naik, tidak turun lagi. Sekarang saya mau buy.  

A: Noway

 

Saudara ini contoh trader yang keras kepala. Trading dengan pikiran, tidak melihat market. Sebaiknya  TRADE WHAT YOU SEE, NOT WHAT YOU THINK.

© 2010 KristinaFX. All Rights Reserved